Pemanfaatan Antispyware pada Software
I.PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi sangatlah
pesat di Dunia termasuk Indonesia banyak yang memanfaatkan peranaan teknologi
dalam berbagai bidang contohnya pembuatan software. Penggunaan software
sangatlah penting pada zaman sekarang dan di gunakan oleh berbagai kalangan
namun di balik itu semua terdapat oknum oknum yang memanfaatkan perkembangan
teknologi untuk kejahatan dan bersenang senang. salah satunya adalah spyware, Spyware
secara umum sejenis program yang merupakan informasi tentang seseorang beserta data
browsingnya yang digunakan untuk keperluan iklan/promosi. Namun sekarang banyak
yang memanfaatkannnya untuk mencuri data dan no rekening.
Bagi pengguna yang selalu menyimpan
data pekerjaan atau data rahasia perusahaan spyware adalah sebuah ancaman
pertahanan yang serius. tidak heran peranan seorang ahli IT yang dapat membuat
perlindungan dalam sebuah perusahaan banyak dicari. bagi para ahli IT ancaman
adalah sebuah peluang bisnis dengan memecahkan masalah agar tidak ada pihak
luar yang dapat masuk dan menembus keamanan perusahaan tersebut. bagi para
pengusaha pastinya tidak ingin data data penting di curi lalu dijual kepada
rivalnya yang pastinya membuat kerugian besar.
Sesuai UU ITE Pasal 27 (1) yaitu setiap
orang dilarang menggunakan dan atau mengakses komputer dan atau sistem
elektronik dengan cara apapun tanpa hak, untuk memperoleh, mengubah, merusak,
atau menghilangkan informasi dalam komputer
Dengan hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Dengan ketentuan ini sudah jelas bahwa okum manapun yang menggunakan software untuk mencuri data akan di berikan sangsi yang sangat berat apalagi bagi oknum yang hanya untuk bersenang senang.
Dengan hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Dengan ketentuan ini sudah jelas bahwa okum manapun yang menggunakan software untuk mencuri data akan di berikan sangsi yang sangat berat apalagi bagi oknum yang hanya untuk bersenang senang.
Dengan Program yang dibuat secara
personal dapat mencegah aplikasi yang menggandung spyware didalamnya masuk
kedalam jaringan komputer. dengan program yang dibuat secara personal dapat
membuat aplikasi anti spyware agar memiliki option pencarian dimana dengan
option pencarian ini maka app anti spyware akan otomatis berjalan dan akan
mencari data yang mencurigakan. Aplikasi ini juga disertai system seperti
unbloker dimana aplikasi nakal yang susah di delete dapat di unblock dan dapat
di delete.
II.URAIAN PENELITIAN
A.Software
Perangkat lunak (software) kini sudah
menjadi kekuatan yang menentukan. Perangkat lunak menjadi mesin yang
mengendalikan pengambilan keputusan di dalam dunia bisnis, berfungsi sebagai
dasar dari semua bentuk pelayanan serta penelitian keilmuan modern. Perangkat
lunak dilekatkan dengan segala bentuk sistem : transportasi, medis,
telekomunikasi, militer, proses industri, hiburan, produk-produk kantor dan
lainnya. Perangkat lunak benar-benar tidak dapat lepas dari kehidupan modern. Semua
itu mengubah pandangan masyarakat tentang perangkat lunak. Program-program
perangkat lunak sudah tersebar luas, dan masyarakat memandangnya sebagai
kejayaan teknologi dalam kehidupan. Dalam banyak contoh, orangorang sudah mulai
mempertaruhkan pekerjaan, kenyamanan, keselamatan, hiburan, keputusan dan
banyak segi dalam kehidupannya pada teknologi. (Keyes, J. 1993.)
software adalah perintah (program
komputer) yang bila dieksekusi memberikan fungsi dan unjuk kerja seperti yang
diinginkan. Struktur data memungkinkan program memanipulasi informasi secara
proporsional dan dokumen menggambarkan
operasi dan kegunaan program. (IEEE Standards Collection,1993.)
B.Spyware
Sebuah definisi dari Dick Hazeleger
(pendiri “Spyware List”): “Spyware adalah nama yang diberikan untuk software –
yang tanpa sepengetahuan user – melakukan sejumlah hal, terutama melacak
pemakaian Internet user dan mengirim informasi tersebut – juga tanpa
sepengetahuan user – ke suatu komputer (“Server’) yang dikelola oleh si
pengembang software spyware. Dengan melakukan hal tersebut, profil user dapat
dikumpulkan – tanpa ijin dan sepengetahuan user – yang nantinya bisa
dipergunakan untuk tujuan komersial atau tujuan lainnya. Hal ini juga akan
memakan sumberdaya di komputer user dan bandwidth internet, meski yang utama
adalah pelanggaran privacy user”. Utdirartatmo (2005:83).
Spyware adalah program yang mampu
memata-matai aktivitas pengguna komputer, dimana salah satunya adalah dapat
merekam ketukan keyboard yang disebut keylogger. Ada lima metode yang banyak
digunakan oleh perangkat lunak keylogger diantaranya hypervisor-based,
kernel-based, hook-based, passive-method, dan form grabber based. Kemudian
diantara lima metode tersebut passive method adalah teknik yang paling banyak
digunakan oleh pembuat keylogger. Metode ini banyak menggunakan fungsi Windows
API (Appication Programming Interface). (Darmal, Achmad, 2007).
Jika keylogger tersebut dapat dimanfaatkan untuk aktivitas
positif yaitu monitoring jaringan area lokal (LAN), maka hal itu akan
memudahkan seorang Administrator dalam mengawasi jaringan komputer yang
dikelolanya. Aktivitas yang diawasi misalnya untuk mengawasi bawahannya saat
bekerja hingga memang berniat untuk mencuri data pribadi seseorang. (Darmal, Achmad, 2007,).
Ada dua istilah lain yang berkaitan dengan spyware yaitu
trojan horse dan Remote Administration Tool (RAT). Trojan horse adalah program
yang disamarkan dengan file lain yang tidak dianggap berbahaya contohnya icon
program yang sama dengan icon MS.Word ditambah dengan nama file yang sangat
menarik sehingga memancing user untuk mengeksekusi file tersebut.( S’to, 2007,)
III.CARA KERJA DAN PENGUJIAN
Tipe perlindungan pertama yaitu
dengan pemindaian (scan). pemindaian, digunakan untuk mendeteksi dan
menghilangkan spyware saat ini yang telah diinstal pada komputer. Dan biasanya
dapat melakukan scan cepat, atau scan cerdas, yang akan menscan hanya beberapa
file di komputer yang diduga terinfeksi atau terinstal spyware. Dengan software
seperti ini perlindungan terhadap spyware dapat di jadwalkan scan mingguan,
harian, atau bulanan. Program tersebut memeriksa isi registry Windows, file
sistem operasi, dan program yang diinstal, dan menghapus atau aksi lainnya dari
entri yang cocok dengan daftar komponen spyware yang dikenal.
Tipe Perlindungan kedua yaitu
perlindungan real-time terhadap instalasi perangkat lunak spyware pada
komputer. Dengan cara ini Anda bisa memiliki komputer Anda aktif dilindungi
melawan serangan spyware sepanjang waktu. Jenis perlindungan spyware bekerja
dengan cara yang sama seperti perlindungan anti-virus bahwa perangkat lunak
anti-spyware menscan semua data jaringan yang masuk untuk perangkat lunak
spyware dan mem-blok ancaman tersebut. Dalam beberapa kasus, hal itu juga dapat
mencegat upaya untuk menginstal item start-up atau memodifikasi pengaturan
browser.
System kerja control keylogger dan
spy agent yang membuat socket terlebih dahulu sebelum menjalin komunikasi. Spy
agent dalam hal ini yang bertindak sebagai server akan binding (mengikat)
terlebih dahulu socket yang telah dibuat. Sistem ini diuji oleh user dan
antivirus. Antivirus yang digunakan ditunjukkan pada table.
Daftar antivirus yang menguji system
No
|
Nama anti virus
|
Versi
|
produksi
|
1
|
Avast! Free
Antivirus
|
5.0.545
|
Luar
|
2
|
AVIRA AntiVir
|
9.0.0.457
|
Luar
|
3
|
ESET NOD32
|
4.2.22.0
|
Luar
|
4
|
Commodo Internet
Security
|
3.13.120417
|
Luar
|
5
|
SmadAV
|
rev.8.1
|
Lokal
|
6
|
PC Media
|
3.0 build 3
|
Lokal
|
Hasil percobaan menunjukkan bahwa antivirus lokal dan luar
tidak mampu menemukan keberadaan spy agent. Hanya antivirus yang berjenis
firewall yang mampu mendeteksi adanya koneksi ilegal dari dalam sistem menuju
luar sistem. ( Wardana, Ari, 2006,)
Contoh kerja program control keylogger
( Wardana, Ari, 2006,)
KESIMPULAN
Pentingnya
Pemanfaatan Aplikasi ini karena mampu memberikan output berupa file-file yang
tergolong spyware sesuai dengan yang terdapat di dalam database. Selain itu,
aplikasi ini juga mampu melakukan penghentian proses dan penghapusan file spyware.
Daftar pustaka
Keyes, J.
1993. Software Engineering Productivity Handbook. Mc Graw Hill, New York.
IEEE
Standards Collection: Rekayasa Perangkat Lunak, IEEE Standard 610.121990, IEEE, 1993.
Utdirartatmo, F. 2005.
Ancaman Internet Hacking dan Trik Menanganinya. Yogyakarta: ANDI.
Darmal,
Achmad, 2007, “Computer Worm 1”, Jasakom, Jakarta.
Darmal,
Achmad, 2007, “Computer Worm 2”, Jasakom, Jakarta.
S’to, 2007,
”Seni Teknik Hacking 2”, Jasakom, Jakarta.
Wardana,
Ari, 2006, “Pemrograman Virus dan Spyware”, Jasakom, Jakarta.
0 komentar:
Posting Komentar