Sabtu, 05 November 2016

Pemanfaatan Antispyware pada Software


Pemanfaatan Antispyware pada Software

I.PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi sangatlah pesat di Dunia termasuk Indonesia banyak yang memanfaatkan peranaan teknologi dalam berbagai bidang contohnya pembuatan software. Penggunaan software sangatlah penting pada zaman sekarang dan di gunakan oleh berbagai kalangan namun di balik itu semua terdapat oknum oknum yang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kejahatan dan bersenang senang. salah satunya adalah spyware, ­Spyware secara umum sejenis program yang merupakan informasi tentang seseorang beserta data browsingnya yang digunakan untuk keperluan iklan/promosi. Namun sekarang banyak yang memanfaatkannnya untuk mencuri data dan no rekening.
Bagi pengguna yang selalu menyimpan data pekerjaan atau data rahasia perusahaan spyware adalah sebuah ancaman pertahanan yang serius. tidak heran peranan seorang ahli IT yang dapat membuat perlindungan dalam sebuah perusahaan banyak dicari. bagi para ahli IT ancaman adalah sebuah peluang bisnis dengan memecahkan masalah agar tidak ada pihak luar yang dapat masuk dan menembus keamanan perusahaan tersebut. bagi para pengusaha pastinya tidak ingin data data penting di curi lalu dijual kepada rivalnya yang pastinya membuat kerugian besar.
Sesuai UU ITE Pasal 27 (1) yaitu setiap orang dilarang menggunakan dan atau mengakses komputer dan atau sistem elektronik dengan cara apapun tanpa hak, untuk memperoleh, mengubah, merusak, atau menghilangkan informasi dalam komputer
Dengan hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Dengan ketentuan ini sudah jelas bahwa okum manapun yang menggunakan software untuk mencuri data akan di berikan sangsi yang sangat berat apalagi bagi oknum yang hanya untuk bersenang senang.
Dengan Program yang dibuat secara personal dapat mencegah aplikasi yang menggandung spyware didalamnya masuk kedalam jaringan komputer. dengan program yang dibuat secara personal dapat membuat aplikasi anti spyware agar memiliki option pencarian dimana dengan option pencarian ini maka app anti spyware akan otomatis berjalan dan akan mencari data yang mencurigakan. Aplikasi ini juga disertai system seperti unbloker dimana aplikasi nakal yang susah di delete dapat di unblock dan dapat di delete.

II.URAIAN PENELITIAN

A.Software

Perangkat lunak (software) kini sudah menjadi kekuatan yang menentukan. Perangkat lunak menjadi mesin yang mengendalikan pengambilan keputusan di dalam dunia bisnis, berfungsi sebagai dasar dari semua bentuk pelayanan serta penelitian keilmuan modern. Perangkat lunak dilekatkan dengan segala bentuk sistem : transportasi, medis, telekomunikasi, militer, proses industri, hiburan, produk-produk kantor dan lainnya. Perangkat lunak benar-benar tidak dapat lepas dari kehidupan modern. Semua itu mengubah pandangan masyarakat tentang perangkat lunak. Program-program perangkat lunak sudah tersebar luas, dan masyarakat memandangnya sebagai kejayaan teknologi dalam kehidupan. Dalam banyak contoh, orangorang sudah mulai mempertaruhkan pekerjaan, kenyamanan, keselamatan, hiburan, keputusan dan banyak segi dalam kehidupannya pada teknologi.  (Keyes, J. 1993.)
software adalah perintah (program komputer) yang bila dieksekusi memberikan fungsi dan unjuk kerja seperti yang diinginkan. Struktur data memungkinkan program memanipulasi informasi secara proporsional dan dokumen  menggambarkan operasi dan kegunaan program. (IEEE Standards Collection,1993.)

B.Spyware

Sebuah definisi dari Dick Hazeleger (pendiri “Spyware List”): “Spyware adalah nama yang diberikan untuk software – yang tanpa sepengetahuan user – melakukan sejumlah hal, terutama melacak pemakaian Internet user dan mengirim informasi tersebut – juga tanpa sepengetahuan user – ke suatu komputer (“Server’) yang dikelola oleh si pengembang software spyware. Dengan melakukan hal tersebut, profil user dapat dikumpulkan – tanpa ijin dan sepengetahuan user – yang nantinya bisa dipergunakan untuk tujuan komersial atau tujuan lainnya. Hal ini juga akan memakan sumberdaya di komputer user dan bandwidth internet, meski yang utama adalah pelanggaran privacy user”. Utdirartatmo (2005:83).
 Spyware adalah program yang mampu memata-matai aktivitas pengguna komputer, dimana salah satunya adalah dapat merekam ketukan keyboard yang disebut keylogger. Ada lima metode yang banyak digunakan oleh perangkat lunak keylogger diantaranya hypervisor-based, kernel-based, hook-based, passive-method, dan form grabber based. Kemudian diantara lima metode tersebut passive method adalah teknik yang paling banyak digunakan oleh pembuat keylogger. Metode ini banyak menggunakan fungsi Windows API (Appication Programming Interface). (Darmal, Achmad, 2007).
Jika keylogger tersebut dapat dimanfaatkan untuk aktivitas positif yaitu monitoring jaringan area lokal (LAN), maka hal itu akan memudahkan seorang Administrator dalam mengawasi jaringan komputer yang dikelolanya. Aktivitas yang diawasi misalnya untuk mengawasi bawahannya saat bekerja hingga memang berniat untuk mencuri data pribadi seseorang. (Darmal, Achmad, 2007,).
Ada dua istilah lain yang berkaitan dengan spyware yaitu trojan horse dan Remote Administration Tool (RAT). Trojan horse adalah program yang disamarkan dengan file lain yang tidak dianggap berbahaya contohnya icon program yang sama dengan icon MS.Word ditambah dengan nama file yang sangat menarik sehingga memancing user untuk mengeksekusi file tersebut.( S’to, 2007,)

III.CARA KERJA DAN PENGUJIAN

Tipe perlindungan pertama yaitu dengan pemindaian (scan). pemindaian, digunakan untuk mendeteksi dan menghilangkan spyware saat ini yang telah diinstal pada komputer. Dan biasanya dapat melakukan scan cepat, atau scan cerdas, yang akan menscan hanya beberapa file di komputer yang diduga terinfeksi atau terinstal spyware. Dengan software seperti ini perlindungan terhadap spyware dapat di jadwalkan scan mingguan, harian, atau bulanan. Program tersebut memeriksa isi registry Windows, file sistem operasi, dan program yang diinstal, dan menghapus atau aksi lainnya dari entri yang cocok dengan daftar komponen spyware yang dikenal.
Tipe Perlindungan kedua yaitu perlindungan real-time terhadap instalasi perangkat lunak spyware pada komputer. Dengan cara ini Anda bisa memiliki komputer Anda aktif dilindungi melawan serangan spyware sepanjang waktu. Jenis perlindungan spyware bekerja dengan cara yang sama seperti perlindungan anti-virus bahwa perangkat lunak anti-spyware menscan semua data jaringan yang masuk untuk perangkat lunak spyware dan mem-blok ancaman tersebut. Dalam beberapa kasus, hal itu juga dapat mencegat upaya untuk menginstal item start-up atau memodifikasi pengaturan browser.
System kerja control keylogger dan spy agent yang membuat socket terlebih dahulu sebelum menjalin komunikasi. Spy agent dalam hal ini yang bertindak sebagai server akan binding (mengikat) terlebih dahulu socket yang telah dibuat. Sistem ini diuji oleh user dan antivirus. Antivirus yang digunakan ditunjukkan pada table.

Daftar antivirus yang menguji system
No
Nama anti virus
Versi
produksi
1
Avast! Free Antivirus
5.0.545
Luar
2
AVIRA AntiVir
9.0.0.457
Luar
3
ESET NOD32
4.2.22.0
Luar
4
Commodo Internet Security
 3.13.120417
Luar
5
SmadAV
rev.8.1
Lokal
6
PC Media
3.0 build 3
Lokal

Hasil percobaan menunjukkan bahwa antivirus lokal dan luar tidak mampu menemukan keberadaan spy agent. Hanya antivirus yang berjenis firewall yang mampu mendeteksi adanya koneksi ilegal dari dalam sistem menuju luar sistem. ( Wardana, Ari, 2006,)
Contoh kerja program control keylogger
( Wardana, Ari, 2006,)
 
       KESIMPULAN

Pentingnya Pemanfaatan Aplikasi ini karena mampu memberikan output berupa file-file yang tergolong spyware sesuai dengan yang terdapat di dalam database. Selain itu, aplikasi ini juga mampu melakukan penghentian proses dan penghapusan file spyware.


Daftar pustaka
Keyes, J. 1993. Software Engineering Productivity Handbook. Mc Graw Hill, New York.
IEEE Standards Collection: Rekayasa Perangkat Lunak, IEEE Standard 610.121990,    IEEE, 1993.
 Utdirartatmo, F. 2005. Ancaman Internet Hacking dan Trik Menanganinya. Yogyakarta: ANDI.
Darmal, Achmad, 2007, “Computer Worm 1”, Jasakom, Jakarta.
Darmal, Achmad, 2007, “Computer Worm 2”, Jasakom, Jakarta.
S’to, 2007, ”Seni Teknik Hacking 2”, Jasakom, Jakarta.
Wardana, Ari, 2006, “Pemrograman Virus dan Spyware”, Jasakom, Jakarta.


Share:

0 komentar:

Posting Komentar