Minggu, 16 September 2018

Manajemen Proyek



Apa itu manajemen proyek ?

adalah displin ilmu yang memperlajari perencanaa,pengorganisasian baik menjalankan dan mengendalikan untuk mencapai tujuan proyek yang bersifat sementara. Dalam manajemen proyek sendiri menerapakan pengetahuan,keterampilan,tools dan teknik pada aktfitas proyek supaya persyaratan dari proyek dapat terpenuhi. Secara garis besar manajemen proyek adalah suatu usaha yang direncanakan sebelumnya dan memerlukan sejumlah pembiayaan serta penggunaan masukan lain, dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu, dan dilaksanakan dalam waktu yang ditentukan. 

Hal hal yang diatur dalam manajemen proyek
  • Memulai proses-otorisasi proyek.
  • Perencanaan proses-mendefinisikan dan menyempurnakan tujuan yang terbaik dari
    program alternatif untuk mencapai tujuan proyek.
  • Pelaksana proses-koordinasi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melaksanakan
    rencana.
  • Mengontrol proses-memastikan bahwa tujuan proyek terpenuhi dengan pemantauan
    dan mengukur secara teratur untuk mengidentifikasi varians dari rencana sehingga Tindakan dapat diambil bila diperlukan.
  • Menutup proses-meresmikan penerimaan proyek.

Karakteristik sebuah proyek memiliki konsep sebagai berikut :

  • Manajemen Proyek bersifat kondisonal dan sementara
  • Manajeman Proyek memiliki kewenangan biaya
  • Kualitas membatasi dalam manajemen proyek
  • Manajemen proyek tidak berulang bisa dikatakan tidak akan terjadi lagi setelah selesai dalam sebuah penugasan yang disepakati

Ruang lingkup Proyek

  • Ruang lingkup proyek diantaranya, sebagai berikut:
  • Menentukan waktu dimulainya proyek
  • Membuat perencanaan lingkup dari proyek yang akan dikerjakan.
  • Penjabaran dari ruang lingkup proyek.
  • Pengecekan proyek dan mengendalikan atas perubahan yang mungkin terjadi saat proyek tersebut dimula

Dalam manajemen proyek juga terdapat manajemen resiko

Manajemen resiko adalah proses pengukuran atau penilaian resiko serta pengembangan strategi pengelolaannya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu.

Contoh kasus manajemen resiko

Software House ABC merupakan sebuah perusahaan pembuatan perangkat lunak yang memprioritaskan dirinya dalam pengembangan perangkat lunak produksi masal untuk keperluan perusahaan dagang, khususnya dalam hal inventory dan payroll. Salah satu proyek perangkat lunak yang sedang dikembangkan saat ini adalah MyBiz 2. Dalam proses pengembangannya, seringkali Software House ABC harus menghadapi resiko atau masalah yang sifatnya tidak terduga. Metode yang digunakan untuk mengatasinya selama ini bersifat reaktif. Karenanya Software House ABC membutuhkan sebuah metode manajemen resiko khususnya untuk proyek MyBiz 2 ini. Penelitian ini dilakukan berdasarkan metodologi manajemen resiko proyek pengembangan perangkat lunak yang ada dan dilakukan melalui lima tahap yaitu tahap perencanaan manajemen resiko, tahap identifikasi resiko, tahap analisa resiko, tahap perencanaan respon resiko, dan tahap pengawasan dan kontrol resiko. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan manajemen resiko sesuai dengan metodologi yang ada pada proyek MyBiz 2.
Share:

Sabtu, 01 September 2018

Manajemen Proyek Perangkat Lunak



Manajemen Proyek
Adalah suatu proyek yang bersifat sementara atau temporer karna dibatasi waktu dan sumber pendanaannya. Tujuan manajemen proyek adalah untuk menghasilkan hasil yang bermanfaat dan menciptakan hasil yang spesifik dan unik. Manajemen proyek juga kontras dengan operasi bisnis dimana bisanya bersifat repetitive dan aktifitasnya bias permanen atau semi permanen dalam mengasilkan produk dan layanan. Dalam membangun manajemen proyek dapat beberapa hal yang harus diperhatikan seperti cost,teamwork,penjadwalan,dan target.
1.       Cost
Project Cost adalah proses yang dibutuhkan untuk menjamin bahwa proyek dapat diselesaikan sesuai dengan budget yang telah disepakati.
Terdapat 4 tahapan dalam cost :
  1. Perencanaan Sumber Daya: menentukansumberdayaapadanberapabanyak yang harusdigunakan
  2. Cost estimating: membuat sebuah estimasi dari biaya dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah proyek
  3. Cost budgeting: mengalokasikan semua estimasi biaya tersebut pada tiap paket kerja untuk membuat sebuah baseline, agar dapat diukur kinerjanya
  4. Cost control: mengendalikan perubahan dana proyek
2.       Teamwork
Teamwork dalam manajemen proyek berguna untuk berkerja dalam memecahkan masalah dalam proyek yang dikerjakan  setiap kelompok. Kemampuan individu dalam kelompok juga dapat memotivasi dalam sebuah kelompok untuk mencapai suatu tujuan.
Terdapat 3 faktor yang mempengaruhi pekerjaan :
  1.  Orang-orang dalam kelompok. Anda perlu campuran orang dalam kelompok proyek pengembangan perangkat lunak melibatkan kegiatan beragam seperti negosiasi dengan klien, pemrograman, pengujian, dan dokumentasi.
  2. Kelompok organisasi. Sebuah kelompok harus diatur sehingga individu dapat berkontribusi untuk yang terbaik dari kemampuan dan tugas mereka dapat diselesaikan seperti yang diharapkan.
  3. Teknis dan manajerial komunikasi. komunikasi yang baik antara anggota kelompok, dan antara tim rekayasa perangkat lunak dan stakeholder proyek lainnya, adalah penting

Terdapat juga manfaat yang di dapatkan dalam kerja sama tim :
  1. Mendapatkan Pengalaman Belajar
  2. Membagikan Beban Kerja
  3. Menajaga Komunikasi dalam team

3.       Penjadwalan
Penjadwalan merupakan implementasi dari perencanaan yang bisa memberikan informasi mengenai jadwal rencana dan kemajuan proyek yang meliputi sumber daya (biaya, tenaga kerja, peralatan dan meterial), durasi dan juga kemajuan waktu untuk menyelesaikan proyek.
Kegiatan yang dilakukan dalam penjadwalan adalah:
  1.  Mengembangkan struktur penjabaran kerja secara rinci
  2.  Menaksir/memperkirakan waktu yang diperlukan untuk tiap tugas
  3.  Menentukan urutan tugas dalam urutan yang tepat
  4.  Mengembangkan waktu mulai/stop untuk tiap tugas
  5. Mengembangkan anggaran yang rinci untuk tiap tugas
  6. Menunjuk mengangkat orang untuk melakukan tugas


4.       Sasaran dalam manajemen proyek
Dalam aktivitasnya meraih tujuan proyek, manajemen proyek juga memiliki beberapa sasaran utama yang harus di raih. Sasaran utama manajemen proyek ini masih terkait dengan tujuan manajemen proyek serta dalam mengkondisikan suasana proyek yang kondusif. Berikut sasaran utama manajemen proyek yang dapat diketahui :
  1. Mengembangkan dan menyelesaikan proyek yang sesuai dengan rencana anggaran dan sesuai dengan deadline yang telah ditetapkan serta dengan kualitas hasil proyek yang disyaratkan sesuai spesifikasi yang telah dianalisis.
  2. Meningkatkan reputasi/nama baik bagi pelaksana proyek/kontraktor berdasarkan dengan kualitas hasil proyek yang dikerjakannya.
  3. Mengarahkan dan membentuk organisasi baik di kantor pusat atau di lapang untuk menjamin terlaksananya operasional proyek dengan team work yang baik.
  4. Menciptakan suasana kerja yang kondusif dan mendukung aktivitas proyek yang meliputi ketersediaan sarana prasarana, keadaan dan keselamatan kerja, serta hubungan komunikasi yang baik antara pihak yang terlibat di dlaam proyek.
  5. Memelihara keharmonisan hubungan antar sesama anggota proyek yang bekerja sehingga setiap pelaksana proyek akan berusaha memberikan kemampuan dan ketrampilan terbaik mereka dalam penyelesaian proyek.





 
Share: